Berita UIGM

Web Hacking dan Digital Forensic


Jum'at, 07 April 2017



Masalah keamanan informasi di dunia ruang siber juga merupakan masalah kebijakan nasional (national policy), karena serangan-serangan yang terjadi dapat menghambat aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti masalah ekonomi, infrastruktur, kesehatan masyarakat, keselamatan dan keamanan nasional serta pertahanan negara.

Kegiatan seminar Pertahanan Siber dengan tema Web Hacking dan Digital Forensic yang dilakasanakan di Ruang pertemuan hotel Sitesa Peninsula, Rabu, 5 April 2017, dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM dibidang siber dan mempererat kerjasama antara seluruh pemangku kepentingan di bidang pengembangan SDM Siber.

Serangan melalui dunia maya tanpa harus menghadirkan kekuatan militer secara fisik di negara lawan, telah menjadi trend baru dalam perang modern di abad-21. Karenanya, Indonesia perlu mempersiapkan kekuatan cyber army atau prajurit siber yang terdiri dari individu-individu terampil serta ahli dalam cyber warfare, yang dituangkan dalam konsep Pembangunan Pertahanan Siber, sebagai garda terdepan di sektor pertahanan dalam menjawab tantangan perang informasi.

Cyberspace kini telah menjadi tempat potensial untuk menjadi medan pertempuran dan konflik tradisional maupun khusus. Bukan hanya pihak yang mewakili entitas suatu negara namun juga kelompok masyarakat lainnya yang saling berseteru. Mereka saling berhadapan melalui ajang perdebatan, adu argumentasi, penyebaran upaya dominasi informasi hingga kegiatan yang bersifat destruktif seperti web defacing rally, sebagai cara propaganda dan intimidasi, ataupun yang lebih berat lagi. Perseteruan ini tidak hanya melibatkan pelaku amatir tapi juga mereka yang punya keterampilan dan kemampuan khusus bahkan banyak kelompok profesional yang menawarkan jasa layaknya tentara bayaran.

Dalam membangun kekuatan pertahanan siber ini, berbagai keahlian yang perlu dimiliki misalnya di bidang strategi keamanan dan pengamanan serta serangan informasi (information security and warfare), ahli meretas (hacking), spionase (espionage), forensik digital (digital forensic) dan analis keamanan jaringan (network security analyst). Melihat berbagai realitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketika logika perang mengalami perubahan dari konvensional menuju perang siber, maka TNI pun dituntut kesiapannya mengimplementasikan teknologi perang modern guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah tentang Basic Information Gathering, Pengantar Forensik Digital, Pengantar Siber dan Web Security serta Pentingnya Penguasaan kemampuan Web Hacking dan Forensik Digital dalam Pertahanan Siber. Metoda yang dilakukan berupa ceramah dan diskusi serta praktek langsung di lapangan (hands on). Kegiatan ini diikuti 56 orang peserta antara lain berasal dari Kodam II Sriwijaya, Danlanal Palembang, Danlanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Dinas Komunikasi Dan Informatika Sumsel, PT. Telkom Palembang, PT.PLN Susmel, Distrik Perum LPPNPI Sumsel, Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah, Universitas Indo Global Mandiri, Universitas Binadarma, STMIK Global Informatika MDP, SMK Negeri 2, SMK Teknologi Nasional, RTIK Sumatera Selatan, Forum Bela Negara Sumatera Selatan.

Masalah siber adalah masalah yang mengancam kepentingan dan hajat hidup orang banyak. Oleh karenanya, harus diatasi secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Bukan hanya karena sifatnya yang memberikan dampak ancaman yang luas, namun juga karena kompleksitas permasalahan dan tingkat kesulitannya, yang menuntut penguasaan kompetensi yang kompleks. Itu semua hanya dapat diatasi dengan sharing kompetensi berbagai pihak yang berkepentingan.

Oleh karenanya kepada seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama meningkatkan pemahaman di bidang Pertahanan Siber, khususnya tentang Web Hacking dan Digital Forensik. Dengan bekerja sama, mensinergikan semua kemampuan dan sumber daya, maka akan mampu untuk menjaga cyberspace kita.



Leave a Comment: