• Home
  • Berita
  • Universitas IGM Persiapkan Diri Masuk dalam Lembaga Pendidikan Terbaik di Dunia Versi THE Impact Rangking

Berita UIGM

Universitas IGM Persiapkan Diri Masuk dalam Lembaga Pendidikan Terbaik di Dunia Versi THE Impact Rangking


Kamis, 12 Mei 2022



THE Impact Rankings 2022 adalah peringkat universitas terbaik berdasarkan tingkat keberhasilan perguruan tinggi menerapkan 17 kategori Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau UNs Sustainable Development Goals (SDGs).
Tahun ini, 1.406 kampus dari 106 negara dan wilayah masuk dalam pemeringkatan THE Impact Rankings edisi ke-empat. Tiap kampus bisa memiliki fokus SDGs yang berbeda.
Wakil Rektor III Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Prof Erry Yulian T Adesta memastikan jika Universitas IGM akan mempersiapkan diri untuk terlibat dalam perangkingan universitas tingkat dunia tersebut.
yj3eqlgjk6t5qles8trzkcevgcqf5zs4.jpg
Untuk merealisasikan hal itu, kita akan membentuk sebuah tim untuk mem-follow up-nya. Kita optimistis masuk dalam Impact Ranking di tahun mendatang. Kita bisa bersaing karena kita sama sekali tidak tertinggal dengan universitas lain di Indonesia. Kualitas kita bisa diunggulkan, tegasnya dalam Pertemuan Pembahasan tentang The World University Impact Rangkings, di Aula Lantai III Kampus B Universitas IGM, Selasa (10/5/2022).
Tiap kampus yang mengirimkan data SDG-17 dan setidaknya 3 kategori SDGs lain bisa masuk di pemeringkatan keseluruhan. SDG-17 berbobot 22 persen dan 3 SDGs lainnya berbobot masing-masing 26 pesen. Indikator pemeringkatan THE Impact Rankings 2022 mengukur kampus pada bidang penelitian, tata layanan, jangkauan penerapan, dan pengajaran.
Indikator riset mengukur riset kampus yang terkait dan membantu terlaksananya 17 kategori SDGs . Yang harus dipenuhi itu adalah kategori Partnership. Ini harus dipenuhi oleh Dosen, kata dia.
Ia berharap, dengan kualitas dosen IGM yang sangat baik saat ini, harus segera mempersiapkan kemampuannya agar Universitas IGM menjadi lembaga pendidikan terbaik di Indonesia, bahkan dunia.
Dosen itu tidak hanya mengajar di dalam kelas. Dengan memegang teguh Tri Dharma Perguruan Tinggi secara maksimal, baru bisa menjadi sosok seorang dosen yang sesungguhnya, pungkasnya. (andhiko tungga alam)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri