• Home
  • Berita
  • UIGM - UNDIP Sharing Perencanaan Tata Ruang Perkotaan

Berita UIGM

UIGM - UNDIP Sharing Perencanaan Tata Ruang Perkotaan


Senin, 19 Agustus 2019



Upaya untuk mengadaptasi dan mempelajari perencanaan tata ruang perkotaan di dua wilayah, yakni Palembang dan Semarang menjadi topik Kuliah Tamu Perencanaan Tata Ruang Perkotaan, Fakultas Teknik Universitas Indo Global Mandiri, Kamis (15/8/2019).Di hadapan mahasiswa, kegiatan sharing tersebut menghadirkan Kaprodi 2 MPWK Universitas Diponegoro Semarang Dr Sc Agr Iwan Rudiarto, ST Mscserta, Sekretaris 1 Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia, Ir Holi Bina Wijaya, MUM sebagai pembicara.

Menurut Iwan Rudiarto, Palembang dan Semarang memiliki dua karakteristik yang berbeda. Meski demikian, ada potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Palembang memiliki sungai sedangkan Semarang, memiliki laut. "Program mitigasi bencana (disaster) seperti ini yang bisa diadaptasi dari Semarang. Seperti apa pembangunannya nanti," kata Iwan.

Selain itu, upaya untuk mengubah pola pikir (mindset) yang kaku, harus bisa diubah dari pemerintah. Sebagai pelaksana pemilik tata ruang, mahasiswa sebagai agen of change harus bisa memberikan yang terbaik. "Kalau sudah ada mahasiswa yang masuk menjadi agen pemerintah, mindset itu yang diubah," katanya.

Sementara, Sekretaris 1 Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia, Ir Holi Bina Wijaya, MUM menegaskan, jika mata kuliah seperti ini masih cukup relevansi dengan kondisi yang ada saat ini. Terlebih, pemerintah baik daerah maupun pusat, terus melakukan pembangunan di segala lini. "Salah satu upayanya dengan membangun mahasiswa yang memiliki kompentesi yang baik di bidangnya. Harus terus didorong konsep kegiatan serupa," ujarnya.

Ia menilai jika, mahasiswa UIGM memiliki potensi yang cukup baik untuk terlibat di dalam perencanaan tata ruang perkotaan. "Kita optimistis, UIGM mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi dan berkiprah dalam penataan ruang Kota Palembang," ujarnya.

Ketua Yayasan UIGM, M Fadhil Alie, S.kom, B.I.T, M.I.T mengatakan, sharing knowledge di bidang PWK ini dapat memberikan ilmu yang berbeda dengan perkuliahan seperti biasanya. Mengingat dua pemateri memaparkan pengalaman serta ilmu terapan yang bisa diserap oleh mahasiswa. "Sharing seperti ini tentu kita harapkan terus berlanjut. Tidak hanya sampai disini," imbuhnya.

Menurutnya, UIGM sengaja menggandeng Undip karena universitas ini telah banyak berkontribusi di dunia pendidikan tinggi di Indonesia. "Kualitas SDMnya juga sangat berperan dan mumpuni di pemerintah," pungkasnya. (Andhiko TA)



Tinggalkan Komentar: