• Home
  • Berita
  • Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Universitas IGM Bergabung Turun ke Jalan dengan Prokes Ketat

Berita UIGM

Tolak Omnibus Law, Mahasiswa Universitas IGM Bergabung Turun ke Jalan dengan Prokes Ketat


Jum'at, 09 Oktober 2020



Aksi unjukrasa mahasiswa menolak Undang Undang Cipta Kerja di Palembang berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi Sumsel, Jalan POM IX Palembang, Rabu (7/10/2020).
Aksi tersebut diikuti oleh seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa se-Sumatera Selatan dan Senat Mahasiswa Se-Sumatera Selatan, termasuk mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri (IGM).
Tetap mengutamakan protokol kesehatan (prokes) dengan mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield), mahasiswa bertolak dari kampus Sudirman pukul 13.00 WIB untuk bergabung dengan ribuan mahasiswa lain di Palembang.
Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri, Hidayatullah Gustiawan Adi menegaskan jika aksi turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak DPR RI yg telah mengesahkan UU Cipta Kerja yang jelas mendapatkan penolakan dari berbagai elemen.
Dalam aksi unjukrasa tersebut, mahasiswa tetap mengusung mosi tidak percaya terhadap DPR RI atas keputusan Undang Undang Cipta Karya tersebut, pengajuan judical review, dan penerbitan perpu pembatalan.
Kedatangan ribuan mahasiswa gabungan se Sumatera Selatan ini selain menggunakan sepeda motor juga terlihat menggunakan bus mahasiswa. Namun aksi yang seharusnya dilakukan di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel ini diarahkan oleh pihak kepolisian ke Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel.
Arus lalu lintas pun sempat macet karena ribuan massa yang melewati simpang lima tersebut menutup akses jalan pengendara.
Namun, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji langsung mengarahkan para peserta aksi untuk mengambil jalur simpang lima dari kantor gubernur menuju jalan radial palembang.
Saat ini kami telah menangkap 70 hingga 80 orang yang menyusup dalam barisan aksi mahasiswa ini, katanya.
Karena itu, dirinya mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati jangan sampai ada penyusup yang masuk dalam barisan sehingga membuat kondisi menjadi kacau. Jika memang dirasa tidak dikenal segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian sehingga pihaknya dalam mengamankan dan melakukan pemeriksaan.
Kami ingatkan korlipnya untuk mengecek barisan dan segera koordinasi dengan kami jika ada yang tidak dikenal, pungkasnya.(andhiko tungga alam) (igmtvnews.com)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri