• Home
  • Berita
  • Terbang ke Paris, Dosen Muda Universitas IGM Siap Jajaki Kolaborasi Riset dan Studi

Berita UIGM

Terbang ke Paris, Dosen Muda Universitas IGM Siap Jajaki Kolaborasi Riset dan Studi


Rabu, 23 Oktober 2019



Mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri dengan melalui studi hingga ke luar negeri merupakan hal yang dicita - citakan seorang Budi Setiawan.
Lelaki yang berprofesi sebagai Tenaga Pengajar (Dosen) di Fakultas Ekonomi, Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang ini, menjadi delegasi UIGM untuk melakukan Pelatihan Penelitian Anggota Fakultas Junior ke Universitas Mitra Eropa sebagai bagian dari proyek OPTBANK.
Selama lima minggu, Budi akan melakukan studi di Universitas Limoges (Universit de Limoges) di Paris, Perancis yang didanai bersama oleh Program Erasmus + Uni Eropa.
Lantas apa saja yang harus disiapkan Budi sebelum bertolak ke negeri yang dikenal sebagai kiblatnya fashion tersebut?, Apa saja yang akan dilakukan selama studi serta bagaimana penerapan pengajarannya nanti untuk diterapkan di Universitas IGM, berikut petikan wawancara reporter IGMTVNews Andhiko TA dengan Dosen Ekonomi UIGM Palembang, Budi Setiawan, SE, MM.
Bagaimana perasaan anda setelah mengetahui menjadi salah satu dari delapan peneliti yang akan berangkat ke Uni Eropa?
Tentu saja semangat, dan siap untuk belajar. Terlebih ini sepenuhnya dibiayai oleh OPTBANK Eramus+. Mudah mudahan bisa membawa nama Universitas di kancah internasional nantinya.
Bisa anda ceritakan sedikit mengenai kegiatan ini?
Tujuan kegiatan ini adalah pelatihan penelitian dan mencari calon supervisor guna melanjutkan studi S3 di universitas-universitas anggota Erasmus+. Selama 5 minggu di universitas yang ditunjuk oleh pihak konsorsium tersebut. Jadi ini khusus dosen dosen muda yang tertarik untuk studi ke luar negeri. Tentunya selain melakukan penelitian, juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi supervisor di Erasmus+ tersebut.
Syarat untuk bisa ikut dalam even ini seperti apa?
Cukup banyak. Kita mulai mengajukan proposal riset. Movitasi apa yang membuat kita tertarik mengikuti program ini. Selain itu tentunya ada surat rekomendasi dari universitas. Tentunya dengan persyaratan administrasi pendukung lain, mulai dari kemampuan (skil) bahasa Inggris serta catatan akademik yang sudah kita lalui. Setelah mereka baca, baru mereka menentukan passion kita nantinya lebih cenderung ke arah mana.
Mereka dari mana saja?
Ada delapan orang yang mengikuti program tersebut. Universitas Sriwijaya (Crete dan Bangor), UIN Syarif Hidayatullah (Roma), Universitas Tanjungpura (Bangor), Universitas Syiah Kuala (Crete), Institut Teknologi Bandung (Limoges), Universitas Sebelas Maret (Roma), serta saya Universitas Indo Global Mandiri Palembang (Limoges).
Selama disana apa yang dilakukan?
Eramus+ itu fokus di bidang riset. Tentunya kita mempelajari bagaimana cara dan mekanisme kampus di eropa melaukan riset. Ini yang akan kita pelajari. Target kita bisa berkolaborasi dengan Universitas IGM Palembang. Kedua, tentu studi. Belajar dan belajar.
Anda ke Universit de Limoges tentu membawa nama besar Universitas IGM. Harapan apa yang ada tanamkan?
Dari 8 orang yang mengikuti program, tujuh di antaranya, kampus mereka sudah melakukan afiliasi. Hanya UIGM yang belum. Nanti saya akan coba untuk membuka peluang kerjasama ke depannya. Dan ini, akan membuka kesempatan untuk regenarsi di tahun tahun berikutnya untuk mengikuti program yang sama. Selain itu, jika nantinya sudah tiba kembali ke tanah air, ilmu yang kita dapatkan akan di sharing ke mahasiswa. Harapan untuk bisa kolaborasi riset UIGM dengan kampus di Paris. Terakhir, kemungkinan untuk supervisor.
Kapan anda berangkat?
Sesuai dengan jadwal kemungkinan 2 November. Jika semua sudah lengkap, insha allah langsung berangkat ke Paris, setelah sebelumnya transit ke Malaysia. (andhiko ta)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri