• Home
  • Berita
  • Swab Antigen Universitas Indo Global Mandiri, Mahasiswa : Saya Gugup, Cemas dan Deg-degan

Berita UIGM

Swab Antigen Universitas Indo Global Mandiri, Mahasiswa : Saya Gugup, Cemas dan Deg-degan


Rabu, 30 Juni 2021



Pelaksanaan tes swab antigen pencegahan COVID-19 bagi mahasiswa di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) memasuki hari kedua, Rabu (30/6/2021).
Yayasan dan Universitas memang mewajibkan setiap mahasiswa yang akan mengikuti ujian baik itu tugas akhir (TA), proposal, kerja praktek ataupun skripsi wajib menjalani swab antigen sebelum pelaksanaan dimulai. Pelaksanaan swab antigen ini digelar sejak Senin (29/6/2021) hingga Jumat (9/07/2021) mendatang di Aula Lantai III Gedung B Kampus Sudirman.
Ayu Citra (20) misalnya. Mahasiswa semester 6 ini akan mengikuti kerja praktek untuk melengkapi perkuliahannya sebelum mendapatkan gelar sarjana. Ayu yang sudah beberapa kali merasakan swab antigen pun mengaku biasa saja saat diambil sample oleh petugas medis.
Dirinya mendukung penuh keputusan dari pihak kampus yang ingin memutus matarantai sebaran COVID-19 di lingkungan kampus.
Sangat setujulah. Walau sedikit deg-degan tapi ini bentuk antisipasi. Kesehatan mahasiswa saat menggelar ujian dengan dosen juga bisa diketahui. Mudah-mudah upaya preventif ini bisa terus dilaksanakan, ujarnya.
Berbeda dengan Sandi Yudha. Mahasiswa semester 8 yang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Komputer ini baru pertama kali merasakan swab antigen. Meski dirinya merasa gugup namun ia tetap mengapresiasi upaya kampus, dan berharap agar sidang skripsinya berjalan lancar.
Gugup, sakit sedikit dan sempat mengeluarkan air mata saat alat swab itu masuk ke dalam hidung. Tapi alhamdulillah hasilnya bagus dan diperbolehkan masuk ruangan, ujarnya.
Sementara, Sekretaris Rektor UIGM, Dr. Herri Setiawan, M.Kom menyebut jika pelaksanaan swab ini sebagai bentuk protokol kesehatan yang dilakukan Universitas Yayasan dan Gugus Tugas COVID-19 UIGM.
Jika ada mahasiswa yang dinyatakan reaktif setelah swab antigen, maka yang bersangkutan akan kita berikan surat pengantar melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, untuk teknisnya, program studi mahadiswa itu akan melakukan penjadwalan ujian secara daring (online) kembali, pungkasnya. (andhiko tungga alam)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri