• Home
  • Berita
  • Sambangi Al Quran Akbar dan Ampera Saat City Tour, Tamu Negara UIGM Tak Ingin Tinggalkan Palembang

Berita UIGM

Sambangi Al Quran Akbar dan Ampera Saat City Tour, Tamu Negara UIGM Tak Ingin Tinggalkan Palembang


Sabtu, 07 September 2019



Rangkaian Seminar Internasional IGRAD 2019 hari terakhir menggelar wisata kota (city tour) Kota Palembang.
Peserta seminar yang terdiri dari tenaga pengajar, dosen dan staf di Universitas Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia, serta perserta asal Bosnia and Herzegovina, Denmark, India, Indonesia, Jepang, Jordan, Oman, Korea Selatan, Yaman mengunjungi sejumlah titik destinasi wisata religi di Kota Palembang.
Sebagai landmark Kota Palembang, Benteng Kuto Besak (BKB), Jembatan Ampera serta Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menjadi tujuan awal city tour. Peserta yang sebagian besar baru pertama kali singgah di kota pempek ini. Menggunakan kamera DSLR ataupun smartphone, peserta mengabadikan momen terbaik mereka selama di Bumi Sriwijaya, Rabu (4/9/2019).
Pusat olahraga Sumsel yang menjadi titik utama ASIAN Games pada 2018, pun tak luput dari kunjungan agenda city tour. Kendati tidak lama, peserta terlihat antusias mengikuti satu persatu kegiatan yang disuguhkan oleh Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) bersama STEBIS IGM tersebut.
Marketing Officer UNITEN Malaysia, Mohamad Syazelin Mustapha mengaku senang saat dirinya mengijakkan kaki untuk kali pertama di Kota Palembang. Menurutnya, pengalaman pertama kali ke Indonesia ini membuatnya berkesan dan akan terus terkenang.
"Saya suka akan kulinernya. Semuanya benar benar mantap. Rasanya kurang tiga hari kalau stay di Palembang ini. Kalau bisa lebih lama lagi. Mudah mudahan saya ada waktu untuk bisa kembali ke Kota Palembang nantinya," kata Syazelin kepada IGMTVnews.com.
Perjalanan City Tour kembali berlanjut ke Museum Al Quran Akbar yang berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Lagi lagi, peserta dari negara asing yang ikut dalam city tour kembali terpesona melihat kemegahan Al-Quran Al-Akbar yang berbentuk lembaran kayu yang dipasang seperti jendela di bangunan bertingkat lima. Banyak dari mereka yang berfoto baik selfie maupun wefie dengan latar belakang mushaf yang diukir cantik pada kayu tembesu yang berukuran 1,771,4 meter tersebut.
Sementara, Pembina Universitas UIGM Palembang, Asmawati menegaskan jika keberadaan Al-Quran Akbar ini menjadi lokasi pariwisata di Palembang. Bahkan, saat ini masuk dalam destinasi wisata religi di Indonesia. "Karya ini merupakan hasil kreatifitas anak bangsa yang diakui tingkat internasional. Kita patut berbangga dan menjadi bentuk bakti kepada Allah," ujarnya di sela sela city tour.
Meski kurang dari satu jam, peserta dari 10 negara peserta IGRAD 2019 ini pun diperkenankan untuk menonton bioskop mini yang menampilkan film dokumenter proses pembangunan dan pembuatan Al Quran Akbar yang digagas oleh Sofwatillah Mohzaib.
Kemegahan Al Quran Akbar ini pun membuat Pengarah Pusat Kemajuan Kualiti, UNITEN, Malaysia, Prof Dr Hanim Salleh berdecak kagum. Ia menilai jika destinasi wisata religi ini wajib dikembangkan lagi agar lebih dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Indonesia melainkan di luar negeri.
"Tentunya ini sangat menarik bagi saya. Saya sendiri baru tahu kalau di Indonesia, khususnya Palembang memiliki destinasi Al Quran Akbar seperti ini. Saya akan memberitahukan teman saya mengenai tempat ini. Wisata seperti ini harus lebih dipromosikan," pungkasnya. (andhiko ta)



Tinggalkan Komentar: