• Home
  • Berita
  • Ribuan Mahasiswa Baru UIGM Ikuti Pra PKKMB, Proses Adaptasi Kultur Lingkungan Kampus

Berita UIGM

Ribuan Mahasiswa Baru UIGM Ikuti Pra PKKMB, Proses Adaptasi Kultur Lingkungan Kampus


Jum'at, 13 September 2019



Ribuan mahasiswa baru (maba) Kampus Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang mengikuti kegiatan program Pra Pengenalan Kehidupan Bagi Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Lantai III, UIGM Palembang, Sabtu (14/9/2019).
Mahasiswa baru tersebut dikumpulkan di aula untuk mendengarkan satu persatu intruksi dari dosen dan tim pembimbing tingkat mereka. Dibagi masing masing kelompok, mahasiswa baru terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan yang ada.
Ketua Panitia Pra PKKMB UIGM Palembang, M Alias Alvarizi mengatakan, kegiatan pra PKKMB ini dilakukan terbagi dua sesi. Sesi pertama digelar dari pukul 07.00 - 12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 - 17.00 WIB. Sedangkan kegiatan kegiatan puncak PKKMB sendiri digelar pekan depan, 20 - 21 September di lingkungan Kampus UIGM Palembang.
Selama kegiatan, lanjut Alfarizi, dalam PKKMB tersebut menghadirikan sejumlah narasumber yang memberikan materi tentang wawasan seminar kebangsaan, sosialisasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. "Untuk acara puncaknya dijadwalkan Irjen Polisi Firli yang saat ini didapuk menjadi Ketua KPK RI akan hadir memberikan pengarahan kepada mahasiswa baru ini," ujarnya kepada IGMTVnews.com.
Menurutnya, pra PKKMB ini bertujuan sebagai persiapan awal mereka mengikuti PKKMB yang akan digelar pekan depan. Selama pra PKKMB ini mahasiswa baru akan diajarkan untuk beradaptasi lantaran saat ini mereka masuk dalam masa transisi (peralihan) dari siswa ke mahasiswa.
Selain itu, lanjutnya, mahasiswa baru juga akan dibiasakan dengan kultur akademik di lingkungan kampus UIGM Palembang. "Kita sengaja mengambil tema yang bertajuk Gelora Milenial 2019. Kita ingin mahasiswa baru ini melahirkan ide ide kreatif, tidak hanya di tingkat lingkungan kampus, melainkan di kancah internasional," kata dia.
Ia menambahkan, selama Pra PKKMB ini mereka juga wajib meluruhkan ego mereka masing masing tanpa harus menghilangkan kultur budaya mereka.
"Kita memang berbeda disini, baik dari suku, ras maupun agama. Tapi jangan jadikan itu perselisihan, justru dengan perbedaan yang ada, dapat menjadi kekuatan terbesar kita untuk bersatu. Jadi jangan ada lagi perbedaan, semuanya satu berada di bawah bendera Universitas Indo Global Mandiri Palembang," pungkasnya. (andhiko ta)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri