• Home
  • Berita
  • Rektor Universitas IGM Hadir Dalam Acara Rembug Nasional APTISI Sebagai Pembahas Tentang Era Digital Disruption.

Berita UIGM

Rektor Universitas IGM Hadir Dalam Acara Rembug Nasional APTISI Sebagai Pembahas Tentang Era Digital Disruption.


Selasa, 05 Desember 2017



Dalam Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia(APTISI) yang mengambil tema "Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam MenghadapiDigital Distrupstion" bertempat di aula Universitas Esa Unggul, KebonJeruk, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017), yang dihadiri koordinator Kopertisseluruh Indonesia dan sekitar 600 orang peserta dari berbagai unsur pimpinan PerguruanTinggi Swasta (PTS).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan sambutannyasebagai keynote speaker di acara Rembug Nasional Asosiasi Perguruan TinggiSwasta Indonesia (APTISI). Dan beberapapesannya kepada para jajaran Menteri terkait dan sejumlah rektor dari berbagaiUniversitas di Indonesia.

Salahsatu pesan yang ditekankan ialah Pendidikan di Indonesia harus mengikuti perkembangandan inovasi teknologi yang saat ini sangat cepat perubahannya. Hal ini menyebabkandigitalisasi dan otomatisasi dalam berbagai bidang menjadi penyebab berubahnyatatanan sosial, ekonomi dan budaya di masyarakat.


"Katakuncinya adalah mendorong dan mengembangkan inovasi. Kita tidak boleh terjebakpada rutinitas dan cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa untukberinovasi harus ditumbuhkan serta kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dandikembangkan," ujar Presiden.

Sebagaicontoh, setiap kampus terdapat co-working space. Di dalamnya, sesama mahasiswaatau mahasiswa dengan dosen dapat menciptakan inovasi. Dapat pula berinteraksidengan mahasiswa jurusan lain menciptakan hal-hal baru.


Presidenpun menyarankan agar pendidikan tinggi membuka program-program studi yangrelevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang sangat bergantung padadigitalisasi.

"Perguruantinggi saat ini penjurusan kuliahnya hanya itu-itu saja, masih tradisional,seperti jurusan Ekonomi, akutansi, manajemen pembangunan. Seharusnya bisaditambahkan Fakultas digital Ekonomijurusan Toko Online, ini lebih bagus,"tuturnya.


Presidenpun berharap perguruan tinggi mendukung para mahasiswa untuk menjadi seorangsociopreneur yang akan memecahkan masalah di masyarakat dan melakukan sejumlahinovasi kreatif.

Inovasijuga dapat diterapkan dalam metode belajar. Mahasiswa tidak mesti melulu belajarteori di dalam ruang kelas. Namun juga bisa langsung menerapkan teori dilapangan.


"Minimal(belajar di lapangan) itu 50 persen untuk mencari pengalaman. Kita harusmengajarkan pengajaran berbasis problem, tantangan dan berbasis pengalaman.Karena dunia berubah cepat sekali. Kalau selalu belajar teori yang sudah usang,enggak kasihan mahasiswanya?" .


Turut hadirjuga Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), MuhammadNasir.

Menristekmengatakan bahwa Bangsa yang menang adalah bangsa yang memiliki inovasidemikian juga perguruan tinggi harus memiliki inovasi ha secara dinimengantisipasi adanya perubahan yang dievaluasi dan harus beradaptasi dengandisruption sebagai sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lamadengan cara-cara baru. "Karena itu kita harus tanggap terhadap perubahanyang begitu cepat agar kita tidak tertinggal,"



Leave a Comment: