• Home
  • Berita
  • Rakernas dan RPP APTISI Wilayah II A di Palembang

Berita UIGM

Rakernas dan RPP APTISI Wilayah II A di Palembang


Selasa, 13 Februari 2018



AsosiasiPerguruan Tinggi Swasta (APTISI) Wilayah II A Sumsel BabeI pada tanggal 8sampai dengan 10 Februari 2018, sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke - 4 yangdiikuti oleh 400 peserta APTISI seluruh Indonesia.

KetuaUmum Pengurus Pusat APTISI, M. Budi Djatmiko mengatakan, pihanya sengajamengangkat tema mempersiapkan SDM Indonesia menghadapi revolusi 4.0 pada rapatpengurus pusat pleno ke-4 kali ini agar perguruan tinggi swasta mampumeningkatkan daya saing dengan menghasilakan lulusan yang berkualitas.

rapatpengurus pusat pleno ke-4 membahas kesiapan perguruan tinggi swasta menghadapizaman revolusi industri 4.0. Rapat berlangsung sampai 10 Februari besok denganpeserta 400 pengurus APTISI se-Indonesia, pungkasnya.

Acararakernas APTISI yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Palembang tersebut jugadihadiri oleh Keynote Speakeri Menteri Ketenagakerjaan Rl Hanif Dhakiri sertaGubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Selainitu, narasumber yang dihadirkan pada Rakernas sekaligus Seminar Nasional initerdiri dari Pembina APTISI Pusat sekaligus Rektor Universitas IGM Dr.H.MarzukiAlie, Ketua APTISI Pusat HM Budi Djatmiko, Menteri Ketenagakerjaan M. HanifDhakiri, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, Mantan Menteri Perekonomian RizalRamli, Staf Ahli Menristek Dikti Prof Paulina Pannen.

MenteriKetenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri dalam sambutanya memaparkan tentang peluangdan tantangan ketenaga kerjaan Indonesia yang saat ini berada di peringkat 16ekonomi terbesar di Dunia target tahun 2030 menjadi peringkat 7 di Dunia.Kemudian, terkait revolusi digital di Indonesia, dan teknologi yang menjadipenggerak perubahan pada dunia industri.

Melalui pemaparantersebut, Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri mengajak semua perguruantinggi swasta untuk siap bersaing di era revolusi industri 4.0 yang saat initengah berlangsung. Perguruan tinggi harus berubah terus meningkatkanpengembangan pengelolaan pendidikan, harapnya.

SementaraPenasehat APTISI, Dr.H. Marzuki Alie menambahkan, zaman now, PTS harus mampubersaing dengan Universitas Negeri dan harus mengikuti perkembangan teknologi."Misalnya di era digital ini, kampus sudah harus menerapkan prosespembelajaran secara online, serta meningkatkan mutu dosen," ujarnya.

Adapunrekomendasi lainnya dari berbagai pengurus APTISI yang ada di wilayah-wilayahlain di Indonesia, bahwa APTISI Pusat harus berperan lebih aktif Iagi terhadapperkembangan kampus-kampus Universitas Swasta yang lain di Indonesia.



Leave a Comment: