• Home
  • Berita
  • Putus Mata Rantai Covid-19, Yayasan Indo Global Mandiri Sebar Masker Berbahan Kain ke Karyawan dan Dosen

Berita UIGM

Putus Mata Rantai Covid-19, Yayasan Indo Global Mandiri Sebar Masker Berbahan Kain ke Karyawan dan Dosen


Jum'at, 10 April 2020



Pencegahan awal terhadap sebaran corona virus disease 2019 (covid-19) yang saat ini menjadi ancaman, disikapi serius Yayasan Indo Global Mandiri (IGM).
Untuk memutus mata rantai covid-19, selain telah menerapkan protokol pencegahan berupa pemasangan tempat hand sanitizer di sejumlah titik gedung, Yayasan IGM telah menyebarkan masker berbahan dasar kain. Masker tersebut wajib digunakan dosen dan karyawan yang tidak melaksanakan metode kerja dari rumah (work from home).
Ketua Yayasan Indo Global Mandiri, M. Fadhiel Alie, S.Kom, B.IT, M.TI menegaskan, pengadaan masker tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian yayasan terhadap kesehatan keluarga besar Indo Global Mandiri.
Untuk total ada 500 unit masker yang dibagikan kepada karyawan dan dosen yang masih aktif ke kampus (belum WFH) di Kampus Sudirman . Ke depan, akan kita lakukan hal yang serupa ke Kampus Burlian bahkan kita siap merangkul masyarakat untuk melakukan gerakan sosial memberantas covid-19 ini, tegasnya.
698d51a19d8a121ce581499d7b701668.jpg
Ia menegaskan jika masker tersebut sengaja dipilih berbahan dasar kain dengan tiga lapisan perlindungan. Usai digunakan, lanjutnya, masker tersebut bisa dicuci sebelum digunakan kembali. Ini langkah pertama kita untuk membantu karyawan. Sangat efektif dan telah kita bagikan semua, katanya.
Menurutnya, Yayasan Indo Global Mandiri sangat mendukung penuh setiap kegiatan gerakan sosial dan bantuan dana bagi masyarakat yang membutuhkan, yang dilakukan oleh SD, SMP dan SMA LTI Indo Global Mandiri.
Apapun akan kita lakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama yang terdampak covid-19 ini, pungkasnya.
Seperti diketahui, selain teknis, Universitas IGM sejak satu pekan lalu mulai menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada mahasiswa. Demi memutus mata rantai sebaran covid-19, mahasiswa diimbau untuk belajar di rumah (study from home). Pun begitu dengan tingkatan SD, SMP dan SMA.(andhiko ta) (Berita/artikel ini telah terbit atau dimuat igmtvnews.com dengan judul yang sama)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri