• Home
  • Berita
  • Program Kampus Mengajar (1), Jelita : Saya Bangga Bisa Bawa Almamater UIGM untuk Menebarkan Ilmu

Berita UIGM

Program Kampus Mengajar (1), Jelita : Saya Bangga Bisa Bawa Almamater UIGM untuk Menebarkan Ilmu


Minggu, 04 Juli 2021



Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) berpartisipasi dalam program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia.
Salah satu mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri yang berkesempatan langsung mengikuti program kampus mengajar tersebut yakni Jelita Harap. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Prodi Sistem Informasi mengajar di SD Negeri 121 Palembang.
cfecdb276f634854f3ef915e2e980c31.jpeg
Selama mengikuti program tersebut, gadis berkacamata ini sejak Maret hingga Juni lalu bergabung sebagai tenaga pengajar di SD tersebut. Meski dirinya memiliki latar belakang pendidikan komputer namun selama mengikuti program tersebut ia juga dituntut untuk bisa menjadi seorang guru bagi siswa didik di sekolah itu.
Ini kesempatan emas kak. Apalagi sekolah tersebut bukan terletak di tengah kota. Saya senang bisa membantu anak anak tersebut dengan memberikan pelajaran untuk perkembangan pendidikan mereka, kata Jelita membuka cerita.
Tergabung dalam 1.500 mahasiswa terpilih dari total 30.000 mahasiswa yang mengikuti seleksi merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Jelita. Terlebih, saat mengajar dirinya juga membawa nama almamater kampus Universitas Indo Global Mandiri.
Guru guru disana juga baik. Mereka sangat senang, pun begitu dengan anak anak di sekolah itu. Banyak pengalaman baru yang bisa saya dapat. Jejaring tentunya bertambah, dan kita juga memiliki rasa tanggung jawab dan kepercayaan yang dititipkan kepada saya, baik itu dari pemerintah, maupun dari kampus sendiri, ujar mahasiswa yang duduk di semester VI ini.
903ce9225fca3e988c2af215d4e544d3.jpeg
Dirinya juga mengaku saat ini nama besar Universitas Indo Global Mandiri cukup dikenal di kalangan masyarakat luas. Ini dibuktikan saat dirinya mengikuti batch pertama, dirinya masih harus menuliskan secara manual nama kampus tercintanya.
Beda dengan batch kedua kak, nama kampus UIGM sudah ter-input dalam data dan kita tinggal memilih saja. Ini merupakan terobosan baru dan tertera di Ditjen Dikti, tegasnya.
Sebagai mahasiswa yang pernah mengikuti program kampus mengajar ini, ia mengajak rekan rekan mahasiswa lain untuk mengikuti jejaknya. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dalam program ini. Tentunya dengan tetap menjaga nama baik kampus kita, pungkasnya. (andhiko tungga alam) (IGMTVNEWS.COM)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri