• Home
  • Berita
  • Mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri Borong Juara II dan III Lomba Desain Poster Museum dan Solidaritas

Berita UIGM

Mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri Borong Juara II dan III Lomba Desain Poster Museum dan Solidaritas


Selasa, 10 November 2020



Dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya (FIPB) Universitas Indo Global Mandiri (IGM) menyambet juara ke II III dalam even kegiatan lomba foto dan lomba desain poster Peringatan Hari Museum Indonesia 2020.
Keduanya yakni M Fatih Nugraha dan Meizar Al Fatah. Kepala Prodi DKV UIGM, Yosef Yulius, S.Sn., M. Sn memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya untuk terus berkreasi dan menerapkan ilmunya untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam konteks even ini, lanjutnya solidaritas Museum diangkat menjadi tema Hari Museum Indonesia. Semangat kebersamaan dan kepedulian diperlihatkan museum dengan aktivitas sosial melalui media sosial dan kegiatan daring dan museum tetap melayani dan menghibur masyarakat, serta misi edukasi dipastikan tetap berjalan selama pandemi.
Sebelum mengikuti lomba ini, kita memberikan pelatihan kepada mahasiswa agar tema yang ditetapkan sesuai dengan kriteria panitia. Selain itu, pesan yang disampaikan dalam poster tersebut juga benar benar mengena di masyarakat, paparnya, Senin (9/11/2020).
Museum Kembali Dibuka dengan Prokes Ketat
Terkait keberadaan museum sendiri, SMB II Palembang sudah dibuka untuk umum dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung setelah hampir lima bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.
Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Rudi Indrawan, Senin, mengatakan pembukaan Museum SMB II mempertimbangkan grafik kasus dan status Palembang yang sudah menurun ke zona oranye atau wilayah risiko sedang.
Menurut dia, pengunjung yang masuk wajib menggunakan masker dan tidak boleh bersuhu badan lebih dari 37 derajat celcius, selain itu petugas museum akan berjaga agar tidak ada pengunjung yang bertumpuk di koleksi-koleksi tertentu.
Bahkan jika jumlah pengunjung membludak, pengelola akan membatasi kapasitas ruangan hanya untuk 20 orang pengunjung per sesi, terutama pengunjung kelompok siswa.
Selain itu pihaknya juga sedang menyiapkan aplikasi telepon pintar berbasis barcode yang memungkinkan pengunjung membaca informasi lebih banyak tentang koleksi-koleksi museum, sehingga pengunjung tidak perlu mengantre untuk membaca papan informasi. (andhiko tungga alam) (igmtvnews.com)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri