• Home
  • Berita
  • L2Dikti Wilayah II : Akreditasi Adalah Tantangan Perguruan Tinggi Rebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pendidikan di Sumsel

Berita UIGM

L2Dikti Wilayah II : Akreditasi Adalah Tantangan Perguruan Tinggi Rebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pendidikan di Sumsel


Selasa, 28 Januari 2020



Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II Prof Dr Slamet Widodo MS MM menegaskan, perguruan tinggi di Sumatera Selatan sangat potensial untuk terus berkembang. Gelaran Bimbingan Teknis, Sosialisasi dan Perumusan Instrumen Akreditasi yang digagas oleh APTISI dan Universitas Indo Global Mandiri serta STEBIS IGM, Sabtu Minggu (25-26 Januari) ini pun diapresiasinya dengan baik.
Ia menegaskan, bimtek ini dapat memberikan pencerahan sekaligus petunjuk bagi PTS bagi perguruan tinggi lain untuk mempersiapkan akreditasi dengan baik. Alhamdulillah kalau di LLDikti Wilayah II, capaian dari akreditasi sudah meningkat, misal dari C, ke B, dan B ke A, katanya kepada IGMTVnews.com.
Di samping itu kegiatan bimtek ini sangat dibutuhkan, sebab di LLDikti sendiri tentu terbatas soal anggaran untuk secara rutin mengadakan bimtek seperti tersebut. Tentu diharapkan untuk terus mengembangkan diri, untuk mendapatkan akreditasi tersebut banyak sekali komponen, mulai dari SDM, sarana prasarana, kerjasama, Tridharma dan sebagainya, katanya.
Ia menegaskan, jika membangun sebuah perguruan tinggi tidak bisa diurus dengan setengah-setengah, harus dengan serius dan terus menerus dengan pembenahan secara bertahap. Dengan begitu akreditisi meningkat, dengan meningkatnya akreditasi maka akan meningkat pula kepercayaan masyarakat.
Akreditasi kita baik atau unggul maka kepercayaan masyarakat akan sebagai bagus. Konsekuensi logisnya mahasiswa akan banyak, dan perguruan akan maju, katanya.
Ia menegaskan, kemajuan pendidikan di Indonesia merupakan tantangan untuk lembaga perguruan tinggi di Indonesia. Kita tidak boleh lengah. Denyut jantung perguruan tinggi harus diikuti betul, imbuhnya. Menurutnya, pesaing banyak dari luar negeri. Jika perguruan tinggi tersebut tidak meningkatkan kualitasnya maka lambat laun akan ditinggalkan.
Dia mengimbau kepada para peserta untuk mengembangkan apa yang didapat ke perguruan tinggi masing-masing. Kemudian antara PTS, Aptisi, dan LLDikti harus sinergi. Kami juga banyak menyediakan program-program dalam bimtek. Tetapi itu belum cukup, sebab ada 207 PTS, 13 PTN dan 1.300 dosen yang terus dibina, diawasi dan kembangkan. Di Sumsel sangat potensial sendiri, katanya. (andhiko ta)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri