• Home
  • Berita
  • Ide dan Kreatifitas Seorang Guru Tidak Akan Bisa Tergantikan dengan Mesin dan Robot Sampai Kapanpun

Berita UIGM

Ide dan Kreatifitas Seorang Guru Tidak Akan Bisa Tergantikan dengan Mesin dan Robot Sampai Kapanpun


Jum'at, 13 Maret 2020



Dalam Seminar Pendidikan dan Ghatering Guru Inspirasi di Era Merdeka Belajar di Aula Lantai III Kampus Sudirman Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Komisaris PT Telkom Indonesia, Prof Dr Ir Marsudi W Kisworo menyebut jika saat telah terjadi perang digitalisasi fisik dan virtual. Kondisi ini, diakuinya nyaris memberikan perubahan di segala sektor. Menurutnya, digitalisasi mengubah cara kerja di bidang pendidikan, kesehatan, keuangan, asuransi, pariwisata bahkan sektor ekonomi sekalipun.
Contohnya sudah banyak. Salah satunya keberadaan ojek berbasiskan daring (online) yang bisa diakses oleh siapa saja, katanya saat memberikan pemaparan, Kamis (12/3/2020).
Selain itu, keberadaan Artificial Intelegence (AI) of Things (Ilmu Kecerdasan Buatan) juga mengancam aktivitas masyarakat. Kondisi ini memunculkan pekerjaan pekerjaan baru yang akan menghilangkan pekerjaan konvensional.
Dalam beberapa tahun ke depan, tidak akan perlu lagi pekerjaan akuntan atau auditor. Begitu pula dengan pekerja pabrik. Semuanya bisa digantikan oleh mesin dan robot. Ini hanya contoh kecil saja, ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut jika ada pekerjaan yang tidak mungkin tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) sampai kapanpun dan sepintar apapun. Menurutnya, profesi seorang gurulah yang tidak bisa digantikan oleh mesin dan komputer.
Untuk kreativitas, daya saing dan ide itu yang terpenting. Guru akan terus berkembang sampai kapaun. Mereka yang memiliki kekuatan untuk mendidikan anak anak Indonesia untuk terus lebih baik ke setiap generasi berikutnya, tegasnya.
Untuk itu, peranan seorang guru harus benar benar diperhatikan sejak dini. Guru harus mempersiapkan anak anak agar dapat bersaing dengan memiliki kemampuan yang nantinya akan mereka ajarkan kepada anak didik.
Terutama, kreatifitas agar terus berkembang, kemampuan untuk menganalisa (analitic) serta kemampuan untuk terus belajar sesuai yang baru. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia, tidak hanya beroperientasi hasil individu/orang melainkan menghasilkan ide dan kreatifitas yang lebih baik ke depannya, pungkasnya.
Dalam seminar Pendidikan dan Ghatering bertajuk Guru Inspirasi di Era Merdeka Belajar tersebut, menghadirkan sejumlah pembicara profesional dan handal di bidangnya. Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Dr H Marzuki Alie, MM; Komisaris PT Telkom Indonesia, Prof Dr Ir Marsudi W Kisworo dan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Riza Fahlevi, MM yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel, H Markoginta, S.Pd, MM. (andhiko ta) (Berita/artikel ini telah terbit/dimuat igmtvnew.com dengan judul yang sama)



Tinggalkan Komentar:


Berita Lainnya


Galeri