• Home
  • News
  • Forum Rektor Nasional dan BKBBN Tunjuk Universitas Indo Global Mandiri Sebagai PIC Penanggulangan Stunting di Banyuasin

News UIGM

Forum Rektor Nasional dan BKBBN Tunjuk Universitas Indo Global Mandiri Sebagai PIC Penanggulangan Stunting di Banyuasin


Kamis, 17 Maret 2022



Upaya percepatan penurunan stunting terus dilakukan. Presiden Joko Widodo memberikan instruksi untuk menurunkan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.
Untuk melakukan penurunan stunting, juga harus melibatkan stakeholder lainnya mulai dari dunia usaha, universitas dan organisasi profesi, organisasi masyarakati madani, mitra pembangunan, dan media.
Adanya potensi untuk memberdayakan lebih dari 1000 perguruan tinggi untuk mendukung penurunan stunting di 514 kabupaten/kota, termasuk keterlibatan universitas. Saat ini, Forum Rektor Nasional dan BKBBN menunjuk Universitas Indo Global Mandiri (IGM)Sebagai PIC Penanggulangan Stunting di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.
Person in Charge (PIC) Universitas IGM untuk Penanggulangan Stunting Wilayah Banyuasin, Dr. Tien Yustini, S.E., M.Si mengatakan, setelah penunjukan tersebut, Universitas IGM langsung ke lapangan untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten setempat.
5878a7ab84fb43402106c575658472fa.05
Kita lakukan pencarian data dan informasi, memetakan lokasi, serta permasalahan yang kerap kali terjadi saat penanggulangan stunting tersebut. Kita koordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, katanya, Rabu (16/3/2022).
Ia menjelaskan, kegiatan ini akan melibatkan mahasiswa yang nantinya akan disebar di 36 desa pada 20 kecamatan di Banyuasin. Kita petakan terlebih dahulu apa saja yang menjadi fokus kegiatan mahasiswa kita nantinya, ujar dia.
Ia menambahkan, peranan Universitas IGM dalam percepatan penurunan stunting ini sebagai pendamping yang berkoordinasi dengan pemerintah untuk merealisasikan target hingga 14 persen dalam tiga tahun mendatang.
Seperti diketahui, stunting adalah kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama. (iis devi rahayu/ andhiko tungga alam)



Leave a Comment:


Other News


Gallery